Re: Ankoku Kishi Monogatari Act 0 Bab 01 Bahasa Indonesia

/

Bab1: Dipanggil Raja Iblis untuk Mengalahkan Pahlawan

Ketika Kuroki perlahan membuka matanya. Dia berada di tempat asing, dan ingatannya sedikit kabur.

(Dimana aku? Kayaknya aku nggak di kamar deh...)

Dia terbaring di lantai batu, yang terasa dingin di kulitnya.

... Kulit?

(Eh? Aku telanjang?)

Dia benar-benar telanjang.

Kuroki tidak ingat kenapa dia bisa telanjang. Dia bahkan tidak pernah melakukan eksibisionis. Apa mungkin dia sudah membangkitkan fetish itu?
{Note: gak tau eksibisionis? Pecinta doujin pasti tau. ( ͡° ͜ʖ ͡°) ⇢ Klik}

(Kapan aku melepas pakaian?)

Sewaktu dia berpikir apa yang terjadi, dia pun memdongkak. Melihat langit suram, maksudnya langit dinding yang tinggi.

Kuroki bangun dan duduk. Lantai tempat dia berbaring terdapat pola bercahaya aneh yang tertampak di atasnya. Dia melihat sekitarnya dan dikit-dikit dia terkejut.

Meski cahaya tempat dia berada rendah, dia bisa melihat beberapa sosok disekitarnya. Dan mereka bukan manusia.

Ada makhluk yang terlihat seperti burung, ada monster yang terlihat seperti anjing, ada orang yang memiliki tentakel di sekujur tubuh, bahkan ada sosok yang terlihat seperti satu mata besar. Meski beberapa ada yang mirip seperti manusia, tapi penampilan mereka tidak tampak seperti manusia.

(Di movie atau semacamnya, orang pasti akan teriak jika dia mengalami situasi seperti ini. Lah, aku gimana?!)

Kuroki terkejut melihat betapa jeleknya sosok didepannya. Beberapa orang pasti akan beku, tidak tau apa yang harus dilakukan dalam situasi ini.

Dia pun berpikir keras saat dia menatap para monster itu. Untungnya, para monster itu cuma mengamatinya dari kejauhan dan tidak berani mendekat. Jika mereka mendekat, Kuroki pasti akan teriak sampai paru-parunya kempes. Tapi karena mereka jaga jarak, dia masih bisa tenang.

(Aku harus gimana nih? ... Bisa jadi ini mimpi, kan?)

Dinginnya lantai membuktikan bahwa dia, tidak bermimpi. Dia pun menguras otaknya dan menganalisa sekitarnya. Dia mulai berpikir kalau dia lagi di neraka.

Mungkinkah dia mati?

Tiba-tiba, terdengar suara di atas dirinya. Kuroki yang lagi berpikir mendadak terkejut.

[Selamat datang di istana kami! Wahai sang Penyelamat!]

(Penyelamat? Siapa? Aku?)

Kuroki menoleh kearah suara itu berasal. Ada celah besar di kerumunan monster yang sebelumnya tidak ada. Meski gelap, tapi dia masih bisa melihatnya.

Dia melihat sosok monster raksasa berdiri di sana. Sosok yang terlihat seperti babi hutan berkaki dua dengan tanduk besar dikepalanya dan gading yang terasa mengintimidasi menjulang keluar di mulutnya. Api hitam keluar dari hidungnya pas dia lagi menghendus.

Jubah hitam indahnya tidak bisa menyembunyikan aura kekerasan yang terpencar dari tubuhnya.

Monster raksasa itu berjalan perlahan melewati monster lain dan mendekati Kuroki, dia pun menundukkan kepalanya.

[Diriku bernama Modes, Raja Iblis dan penguasa tanah Nargol. Penyelamat-dono, bisa kau beritahu namamu?]

[Ah.. ya... Kuroki. YUKISAKI... KUROKI.]

Raja Iblis semakin mendekati Kuroki, membuatnya meneriakkan nama aslinya karena tidak tahan dengan tekanan yang berasal dari Raja Iblis.

[Oh, jadi namamu Kuroki! Kalau gitu, Kuroki-dono! TOLONG SEMALATKAN MODES INI!]

Monster itu membungkuk ke Kuroki meski dia bisa membunuh manusia lemah dengan mudahnya.

Kuroki sudah gagal paham dengan apa yang terjadi.

[Maafkan aku, tapi... Aku lagi kebingungan sekarang. Bisa kau jelaskan kenapa kau ingin aku menyelamatkanmu?]

Tanya Kuroki dengan malu-malu.

[Ups... Kalau dipikir-pikir lagi, aku lupa menjelaskan dan langsung minta tolong begitu saja.]

Modes mengangkat kepalanya untuk memulai penjelasan, tapi matanya berpaling kesamping.

[Sebenarnya, saat ini, Nargol lagi diserang musuh.]

[Diserang?]

[Iya, diserang. Kami diserang oleh Dewi Elios, Alrena, yang juga dikenal sebagai Rena. Dia memanggil seorang Pahlawan dari Dunia Roh... Seolah belum cukup untuk memusnahkanku, dia juga ingin mengambil harta berharga Modes ini...]

Bilang Modes dengan wajah sangat sedih. Tiba-tiba, dia memandang Kuroki dan sebuah senyuman menakutkan muncul di wajahnya.

[Kumohon, Kuroki-dono. Kalahkan Pahlawan itu.]

Bilang Modes tanpa bertele-tele.

(Pahlawan, katanya? Itu kata yang nggak pernah kudengar sebelumnya kecuali di gim atau manga.)

Jika Kuroki berada didalam gim...

[... Pahlawan?]

[Iya, Pahlawan. Sang Pemberani atau Pahlawan di dunia ini kurang kuat untuk mengalahkan Modes ini. Itulah kenapa Rena memanggil Pahlawan dari Dunia Roh.]

Kuroki ingin mengeluh tentang perkembangan alur cerita aneh di gim ini.

“Pahlawan dari dunia lain” adalah alur cerita yang mainstream. Biasanya itu cerita tentang seorang pemuda dipanggil ke dunia lain oleh Dewi untuk mengalahkan Raja Iblis.

Namun, situasi Kuroki berbalik dengan alur cerita mainstream itu.

(Kayaknya aku dipanggil Raja Iblis untuk mengalahkan Pahlawan ya. Berarti aku penjahat dong?)

Kuroki kebingungan.

Jika yang dia alami sekarang itu mimpi. Dia ingin segera bangun.

[Kuroki-dono. Biar diriku tunjukkan sosok Pahlawan itu. Mona!]

[Baik, sayang.]

Seorang wanita berjalan melewati kerumunan moster setelah dipanggil Raja. Ketika memasuki pandangan Kuroki, dia merasa seolah waktu telah berhenti.

Pemilik suara itu ternyata sosok yang terlalu cantik untuk dunia lain.

Kuroki tidak bisa berpaling darinya.

Rambut hitam indah yang mengalir ke punggung, dada besar menawan, wajah yang kelewatan cantik dan tertata indah membuat para pria tidak bisa berpaling darinya.

Lekukan tubuhnya terlihat meski memakai jubah putih. Membuat Kuroki menbayangkan tubuhnya seperti wadah jam pasir.

(Cantik sekali wanita itu!)

Bahkan kecantikannya lebih menonjol karena dia berdiri dikerumunan para monster.

Kuroki mencoba untuk bertindak jantan. Berusaha supaya tidak enak dipandang oleh kecantikan itu.

[Gimana menurutmu, Kuroki-dono? Cantik, kan? Namanya Mona, dia adalah istriku. Mona, perkenalkan dirimu ke Kuroki-dono.]

Tanpa berkedip dari Kuroki yang telanjang. Modes memperkenalkan istrinya seolah ingin menyombongkan diri.

Kuroki sangat terguncang setelah dia mendengar itu.

(Kecantikan tingkat dunia ini ternyata istri Modes? Seperti Beauty and the Beast aja! Anjay, bikin iri coeg!)

Modes, yang berpenampilan seram, menunjukkan ekspresi kasmaran ketika dia menatap Mona. Bertentangan dengan wajahnya, mungkin Modes bukan orang yang jahat. Itulah yang Kuroki anggap.

Ketakukan yang dirasakan Kuroki ketika dikelilingi monster perlahan menghilang.

[Salam kenal, Kuroki-sama.]

Senyum Mona menyambut Kuroki. Senyumannya seperti bunga sakura yang mekar di musim semi.

Yang akhirnya Kuroki dibuat terpesona oleh senyumannya.

[Mona, bisa kau tampilkan wujud Pahlawan ke Kuroki-dono dengan sihirmu.]

[Baik, sayang.]

Mona bergumam mantra saat dia membentangkan tangannya. Disekitar atas kepala mereka bersinar terang dan semacam cermin muncul di sana.

Disana memperlihatkan adegan pertempuran dimana kawanan monster menyerbu manusia. Tetapi manusia yang diserang tidak merasa kesulitan meski jumlah musuh banyak.

Kuroki mengamati mereka baik-baik. Mereka adalah para pemuda/i yang hampir seusia dengannya. Dilihat dari penampilan mereka, kemungkinan kurang lebih dibawah 20 thn-an.

Kelompok manusia itu terdiri dari 1 pria dan 5 wanita. Pria itu mengayunkan pedangnya, berjuang melawan gerombolan monster. Pakaian yang dikenakannya mirip seperti pakaian Pahlawan dari novel fantasi.

Pakaian yang dipakai para wanita di kelompok itu juga seperti fantasi. 1 berpakaian seperti pendekar wanita, 1 berpakaian seperti ninja, dan 3 lainnya berpakaian seperti penyihir.

Dipimpin pria itu, mereka bertarung melawan kerumunan monster.

[Kuroki-dono, manusia itu adalah Pahlawan Reiji dan kelompok haremnya.]

Modes menunjuk ke satu-satunya pria diantara kelompok itu. Terus, gambar pria itu membesar.

Kuroki lagi-lagi terkejut. Wajah dan nama Pahlawan itu sangat tidak asing baginya.

[Apa...? Apa itu benar-benar dia? Kau tadi bilang kalau namanya... Reiji?]

Midou Reiji, dikenal sebagai Reiji.

Itu nama yang tidak ingin Kuroki dengar.

Setelah dilihat baik-baik, dia juga mengenali para wanita yang berada dibelakang Reiji, meski mereka tampak berbeda dari yang dia ingat.

Diantara penyihir itu. Ada Mizuoji Chiyuki, dengan rambut hitamnya yang indah. Wanita rambut pirang dengan jubah putih, Yoshino Sahoko. Gadis dengan rambut pigtail yang menembakkan api dari tangannya, Sasaki Rino.

Gadis tomboi mungil yang mengayunkan pedang pendeknya dengan gembira, Todoroki Naomi. Dan terakhir, pendekar pedang dengan rambut ponytail sekaligus teman masa kecil Kuroki, Akamine Shirone.

Semua wanita yang dilihat Kuroki sekarang adalah orang-orang terkenal di sekolahnya karena kecantikannya. Dan orang-orang terkenal ini sekarang bertarung di dalam layar mengambang itu.
Facebook twitter Google

Related Post

1 Komentar